Program Kerja

Program Kerja WKRI
Program Kerja Pilihan — Bidang Kesejahteraan
  • Berpartisipasi dalam Program Pencegahan Stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
  • Pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan (warung hidup) untuk tanaman sayuran.
  • Pelatihan pembuatan Eco Enzyme dan pupuk organik.
  • Gerakan penghijauan di lingkungan tempat tinggal.
  • Penyelenggaraan bazar sembako murah dan garage sale.
  • Kunjungan sosial bagi lansia, anggota sakit, dan keluarga yang membutuhkan.
Program Kerja Pilihan — Bidang Usaha
  • Memfasilitasi penjualan produk anggota melalui WAG WKRI.
  • Pengembangan pemasaran digital dan media sosial produk UMKM anggota.
  • Pelatihan penggunaan marketplace bekerja sama dengan PSE.
  • Menjadi reseller produk-produk DPD WKRI.
  • Penyelenggaraan demo masak dan pelatihan produksi makanan.
  • Pengumpulan barang layak pakai untuk bazar murah.
Program Kerja Pilihan — Bidang Humas
  • Meningkatkan jejaring dengan organisasi masyarakat dan lembaga terkait.
  • Menyampaikan informasi resmi dari DPD dan DPC kepada ranting.
  • Publikasi kegiatan WKRI kepada masyarakat luas.
  • Mengaktifkan dan mengelola Instagram serta media sosial WKRI.
Program Kerja Umum (Pedoman)
  • Meningkatkan kemampuan anggota dan kaderisasi kepemimpinan.
  • Memperkuat nilai kebhinekaan lintas agama dan budaya.
  • Kampanye hidup sehat dan pelestarian lingkungan.
  • Penguatan ketahanan keluarga Katolik dan pembinaan iman.
  • Partisipasi aktif dalam pelayanan masyarakat.
  • Kerja sama dengan lembaga lain untuk kesejahteraan.
  • Peningkatan peran sosial dan kemanusiaan WKRI.
Kewajiban Anggota
  • Iuran wajib anggota sebesar Rp 2.000,- per bulan.
  • Dana solidaritas tahunan sebesar Rp 1.000,- per tahun.
Rancangan Program Pengembangan Organisasi
  • Peningkatan spiritualitas melalui rekoleksi dan pendalaman iman.
  • Kaderisasi kepemimpinan secara berjenjang.
  • Penguatan administrasi dan tata kelola organisasi.
  • Sistem dokumentasi dan pelaporan kegiatan.
  • Penguatan komunikasi internal dan publikasi.
  • Pendampingan rutin ke ranting.
  • Pengembangan wilayah pelayanan.
  • Monitoring dan evaluasi program kerja.
  • Kerja sama dengan paroki, keuskupan, dan mitra terkait.
  • Penguatan struktur organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.